Dibutuhkan 47 Tenaga Operasional SPPG Muhammadiyah Muaro Bodi.

mari menjadi bagian dalam mensukseskan program Makan Bergizi Gratis bersama Muhammadiyah untuk kepentingan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak bangsa dan secara bersamaan juga meningkatkan kualitas masyarakat dan bangsa Indonesia!.
"Sehat-Kuat-Cerdas-Ceria"

Pilih Lokasi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Muhammadiyah yang tersedia dan Ajukan Lamaran

Setelah Lamaran di upload, Lamaran diantar langsung ke Lokasi SPPG/Dapur MBG Muhammadiyah yang dipilih, Serta lakukan konfirmasi kepada Perwakilan Narahubung pada Setiap SPPG.

*Syarat Batas usia 18 – 50 tahun
*Wajib dalam kondisi sehat, tidak menderita penyakit menular termasuk penyakit kulit yang dapat mengganggu higienitas dalam penanganan pengolahan dan distribusi MBG (dibuktikan dengan surat sehat yang dikeluarkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah)

SPPG
Sang Pencerah Muaro Bodi

Alamat : Dusun Tuo Nagari Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari Sijunjung Lokasi

Narahubung : Andri W

Telepon : 082379568983

WhatsApp : 085664052784

Posisi dibutuhkan: Juru Masak (1 Org), Pengawas Pemeliharaan dan Penghantaran (1 org), Persiapan Bahan Makanan (4 org), Pengolahan Bahan Makanan (10 org), Pemorsian (9 org), Packing(1 orang), Distribusi (4 org), Petugas Kebersihan (2 org), Pencuci Alat Makan (14 org)

Ajukan Lamaran

SPPG Muhammadiyah itu apa?

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang didirikan oleh Muhammadiyah sebagai bagian dari program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, terutama dari keluarga kurang mampu. SPPG ini berfungsi untuk menyediakan makanan bergizi, menargetkan anak-anak dengan pendidikan rendah, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal melalui jaringan Muhammadiyah yang luas!
Pengetahuan MBG



Estimasi Jam Kerja Tenaga Opersional

Tim Persiapan : 17.00 sd 01.00 WIB
Tim Pengolahan : 01.00 sd 09.00 WIB
Tim Pemorsian dan Packaging : 04.00 sd 12.00 WIB
Tim kebersihan : 07.00 sd 15.00 WIB
Tim Distribusi : 06.30 sd 14.30 WIB
Pengetahuan MBG



Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Operasional

Juru Masak :
1) Memimpin dan mengatur tim yang memasak dan menjalankan pekerjaan dengan efisien. 2) Menyiapkan bahan-bahan masakan sesuai dengan resep yang telah ditentukan, serta memastikan kualitas dan kebersihan bahan makanan. 3) Memasak makanan di area SPPG sesuai standar gizi yang ditetapkan. 4) Bersama Akuntan, memeriksa jumlah dan kualitas bahan baku yang akan masuk ke SPPG. 5) Bersama Akuntan, memeriksa persediaan dan kualitas bahan makanan tetap terjaga, dan melaporkan kepada Kepala SPPG kebutuhan bahan bakи. 6) Menjaga standar kebersihan dapur serta memastikan bahwa masakan yang dihasilkan memiliki rasa dan kualitas yang sesuai dengan standar ekspektasi makanan yang berkualitas. 7) Berkomunikasi secara efektif dengan personil dapur lainnya untuk memastikan kelancaran jalannya proses memasak, terutama dalam pengaturan waktu penyajian.

Persiapan Bahan Makanan :
1) Memastikan ketersedian bahan baku. 2) Membersihkan, mengupas, memotong sayuran dan bumbu. 3) Menghitung dan mencatat kebutuhan baku, misal 1 kg wortel buat berapa porsi. 4) Menghitung dan mencatat sampah dari sayuran yang digunakan. 5) Membersihkan lingkungan pekerjaan di sekitar ruangan. 6) Memastikan bahan baku yang digunakan higienis.

Pengolahan Bahan Makanan:
1) Produksi Nasi a. Memastikan ketersediaan nasi. b. Menghitung dan mencatat satu kali produksi nasi menjadi berapa porsi. c. Memastikan beras yang dimasak sudah dicuci dan higienis. d. Memastikan ketersediaan stok beras. e. Membersihkan alat produksi nasi dan lingkungan pekerjaan sebelum ditinggalkan.
2) Produksi Sayur
a. Memastikan ketersediaan bahan baku rempah-rempah dan sayuran. b. Memastikan ketersediaan sayur ketika proses pemorsian. c. Mencatat dan menghitung kesanggupan produksi satu wajan. d. Mencatat dan menghitung setiap bumbu yang digunakan seperti minyak, garam, gula, dan sejenisnya. e. Membersihkan alat produksi sayuran dan lingkungan pekerjaan sebelum ditinggalkan.
3) Produksi Lauk a. Memastikan ketersediaan bahan baku rempah-rempah dan lauk. b. Memastikan ketersediaan lauk ketika proses pemorsian. c. Mencatat dan menghitung kesanggupan produksi satu wajan. d. Mencatat dan menghitung setiap bumbu yang digunakan (minyak, garam, gula, dll). e. Melakukan pengecekan dan penghitungan terhadap bahan baku lauk (ayam, ikan, daging, telur) yang dikirim oleh pemasok. f. Membersihkan alat produksi lauk dan lingkungan pekerjaan sebelum ditinggalkan.

Pemorsian
1) Memastikan ketersediaan dari tempat makan beserta tutupnya. 2) Memastikan ketersediaan makanan seperti susu, nasi, lauk, dan buah. 3) Bertanggung jawab terhadap quality control dari buah (sortir dan timbang ketika buah datang). 4) Bertanggung jawab dan memastikan tempat makan terisi semua (nasi, lauk, sayur, buah, dan susu). 5) Memastikan area kerja tersusun rapih, bersih, dan higienis. 6) Melakukan stok opname dari bahan baku seperti susu dan buah, melakukan asset management alat makan beserta tutupnya. 7) Membersihkan alat peralatan pemorsian dan lingkungan pekerjaan sebelum ditinggalkan.

Packing
1) Memastikan area lingkungan kerja rapih, bersih, dan higienis. 2) Bertanggung jawab dalam packing (disusun 10 tier) menggunakan tali rapia. 3) Memastikan ketersediaan tali rapia setiap harinya. 4) Bertanggung jawab untuk memindahkan makanan dari ruang packing ke ruangan distribusi yang sudah disusun 10 tier. 5) Memastikan makanan tidak ada yang tumpah. 6) Membersihkan alat peralatan packing dan lingkungan pekerjaan sebelum ditinggalkan.

Distribusi
1) Memastikan kendaraan dalam keadaan bersih, rapi, dan higienis. 2) Bertanggung jawab menaikkan dan mendistribusikan makanan. 3) Bertanggung jawab dan memastikan makanan selama proses pendistribusian tidak ada yang tumpah atau rusak. 4) Memastikan setiap sekolah penerima manfaat mendapatkan porsi makanan sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan ditunjang dengan bukti yang konkret dan standar operasional yang sudah ditentukan. 5) Bertanggung jawab mengambil alat makan yang kotor di sekolah dan mendistribusikan ke tempat pencucian. 6) Bertanggung jawab membawa tempat makan yang bersih dari tempat pencucian ke unit pelayanan. 7) Bertanggung jawab membawa, mengisi, mengamankan, dan memberikan surat jalan kepada koordinator lapangan.

Petugas Kebersihan
1) Memastikan dan bertanggung jawab terhadap kebersihan di semua area unit pelayanan. 2) Memastikan sampah dibuang pada tempatnya dan tempat sampah dalam keadaan bersih ketika pulang. 3) Melakukan cleaning setiap bagian di unit pelayanan. 4) Memastikan dan bertanggung jawab dalam hal kebersihan alat seperti kipas angin, freezer, dan safety shoes.

Pencuci Alat Makan
1) Memastikan alat makan yang kotor datang sesuai dengan jumlah porsi yang sudah ditentukan (tempat dan tutup). 2) Bertanggung jawab dalam memisahkan sampah nasi dan sayur dari sekolah, selanjutnya ditimbang dan dicatat. 3) Membilas tempat makan dan tutup yang kotor dengan air panas. 4) Mencuci tempat makan dan tutup yang kotor menggunakan sabun cair, digosok dengan spon, dan dibilas dua kali menggunakan air bersih. 5) Memastikan tempat makan dan tutup yang telah dicuci dalam keadaan bersih, rapi, diikat, dan higienis. 6) Memastikan tempat makan yang bersih diambil dan dibawa kembali oleh driver ke unit pelayanan. 7) Memastikan sanitasi tempat pencucian alat makan dalam keadaan bersih, tidak bau, tidak tersumbat, dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Pengawas Pemeliharaan dan Penghantaran (Asisten Lapangan)
1) Sebagai pelaksana terdepan dalam menjalin hubungan dengan pihak eksternal khususnya dengan pihak sekolah. 2) Memastikan proses produksi berjalan lancar tidak ada halangan serta selesai sesuai waktu yang sudah ditentukan. 3) Memastikan ketersediaan bahan dan baku untuk produksi. 4) Bertanggung jawab terhadap update jumlah porsi yang diproduksi dan di distribusikan setiap harinya. 5) Memastikan hubungan ke pihak sekolah berjalan dengan harmonis dan pro aktif. 6) Monitoring dan evaluasi terhadap kinerja dari bagian packaging, distribusi, petugas kebersihan dan pencuci alat makan. 7) Bertanggung jawab dalam mengatur pengeluaran operasional selama kegiatan. (Bensin, gas, dan lainnya). 8) Bertanggung jawab terhadap Quality Control, pencatatan dan penimbangan bahan baku yang masuk ke unit pelayanan.
Pengetahuan MBG



Pesan Haedar Nashir dalam mendukung Program MBG

Penekanan pada semangat kerelawanan dan rasa penghidmatan yang tinggi. Jangan sampai terbesit ada kepentingan-kepentingan atau keperluan yang bersifat mencari keuntungan. Ini merupakan program yang luhur dan sangat penting untuk kepentingan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak bangsa dan secara bersamaan juga meningkatkan kualitas masyarakat dan bangsa Indonesia,” . Serta mengaitkan semangat dalam program ini kedalam nilai dan manifestasi surah Al-Ma’un. Pada bingkai semangat Al-Ma’un tersebutlah bahwa Muhammadiyah selalu terlibat dalam program-program partisipatoris dan meletakkan program ini sebagai bentuk pengabdian untuk bangsa, dan untuk kesejahteraan masyarakat.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pesan M. Nurul Yamin Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah

Yamin berpesan melalui 3 kata kunci. Pertama, perlunya mengelola program secara Akuntabel dan penuh tanggung jawab dari hulu ke hilir. Kedua, clear. Artinya harus transparan. Ketiga, client. Bersih dari berbagai niatan jahat. "Jangan pernah terbersit sedikit pun untuk mengambil sesuatu yang bukan milik kita," tegasnya.
"Maka ketika ketiga kunci itu digabung, singkatannya menjadi ACC. Jadi, kalau Muhammadiyah mau mengajak kerjasama, gak usah terlalu berpikir panjang. Langsung ACC saja," ucap Yamin.
Ketua Kornas Makan Bergizi Muhammadiyah



Pesan Bakhtiar Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat

“Program ini selain menyediakan lapangan kerja, juga bisa membantu masyarakat sekitar, terutama para petani. Mereka bisa menjadi pemasok utama untuk kebutuhan dapur MBG ini,” ujar Bakhtiar.
Dengan demikian, lanjutnya, program ini diharapkan dapat menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat lokal sekaligus mendukung kemajuan sekolah, baik milik Muhammadiyah maupun sekolah negeri di sekitarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat